Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru dan seluruh tenaga kependidikan, serta anak-anakku yang Ibu banggakan.
Anak-anak,
Hari ini Ibu ingin mengajak kalian memikirkan satu hal yang sangat dekat dengan kehidupan kalian.
Kalian pasti pernah melihat sesuatu yang sedang viral. Bisa berupa video, permainan, gaya berbicara, tantangan, lelucon, atau perilaku tertentu yang dilakukan banyak orang.
Ketika melihat banyak orang melakukannya, terkadang muncul pikiran:
“Wah, keren. Saya juga mau coba.”
Tetapi Ibu ingin kalian ingat satu kalimat:
“Tidak semua yang viral itu layak ditiru.”
Anak-anak,
Sesuatu menjadi viral bukan berarti sesuatu itu baik.
Sesuatu yang ditonton jutaan orang belum tentu benar.
Sesuatu yang membuat banyak orang tertawa belum tentu pantas dilakukan.
Dan sesuatu yang dilakukan banyak orang bukan berarti kita harus ikut melakukannya.
Inilah pentingnya menjadi anak yang tidak mudah ikut-ikutan.
Sebelum meniru sesuatu yang kalian lihat di internet, berhentilah sebentar dan tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah ini baik?”
“Apakah ini aman?”
“Apakah ini sopan?”
“Apakah orang tua dan guru saya akan bangga jika melihat saya melakukannya?”
Kalau jawabannya tidak, maka kalian tidak perlu ikut-ikutan.
Anak-anak yang Ibu banggakan,
Kadang-kadang sesuatu dibuat viral hanya karena ingin mendapatkan perhatian.
Ada orang yang sengaja melakukan hal aneh agar videonya ditonton banyak orang.
Ada yang membuat lelucon dengan mengejek temannya.
Ada yang melakukan tindakan yang tidak pantas hanya supaya mendapatkan banyak komentar dan tanda suka.
Jangan sampai kalian berpikir bahwa banyak yang menyukai berarti pasti benar.
Jumlah penonton bukan ukuran kebaikan.
Jumlah tanda suka bukan ukuran akhlak.
Dan menjadi terkenal bukan berarti menjadi teladan.
Justru anak yang hebat adalah anak yang mampu berpikir sebelum bertindak.
Anak-anak,
Ibu juga ingin mengingatkan tentang penggunaan internet.
Internet sebenarnya sangat bermanfaat. Kalian bisa belajar, mencari informasi, membaca, melihat video pendidikan, bahkan mengembangkan berbagai keterampilan.
Tetapi internet juga harus digunakan dengan bijak.
Jangan langsung percaya semua yang kalian lihat.
Jangan menyebarkan sesuatu sebelum tahu kebenarannya.
Jangan menulis komentar yang menyakiti orang lain.
Dan jangan melakukan sesuatu hanya karena takut dianggap tidak mengikuti teman.
Berani berkata “tidak” ketika sesuatu itu tidak baik adalah tanda bahwa kalian memiliki pendirian.
Anak-anak,
Kalian tidak harus mengikuti semua tren untuk menjadi keren.
Kalian tidak harus melakukan hal aneh agar diperhatikan.
Kalian tidak perlu menjadi seperti orang lain agar dianggap hebat.
Jadilah diri kalian sendiri.
Keren itu ketika kalian sopan.
Keren itu ketika kalian jujur.
Keren itu ketika kalian berani belajar.
Keren itu ketika kalian menghargai teman.
Dan keren itu ketika kalian mampu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Mulai hari ini, mari kita menjadi generasi yang tidak mudah terbawa arus.
Kalau ada sesuatu yang viral, jangan langsung berkata:
“Saya juga mau ikut!”
Tetapi biasakan berkata:
“Saya pikirkan dulu. Apakah ini baik untuk saya?”
Karena anak-anak,
Orang yang cerdas bukan orang yang mengikuti semua yang dilakukan orang lain.
Orang yang cerdas adalah orang yang *mampu memilih apa yang pantas untuk diikuti dan apa yang harus ditinggalkan.
Semoga anak-anak Ibu menjadi generasi yang cerdas menggunakan teknologi, kuat pendirian, santun dalam bersikap, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Jangan hanya menjadi anak yang pintar menggunakan internet.
Jadilah anak yang pintar memilih apa yang layak dilihat, layak dipercaya, dan layak ditiru.
Demikian amanat yang dapat Ibu sampaikan.
Semoga bermanfaat dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.